KOL dan Influencer, Lebih Baik Mana?

kol-vs-influencer

Banyak digital marketer menggunakan jasa KOL dan Influencer untuk mendukung pengembangan bisnis. Keduanya sesama memiliki peran penting dalam menyebarluaskan dan merubah perspektif seseorang, namun memiliki beberapa perbedaan yang perlu Anda ketahui. 

Tahukah Anda bahwa pengguna internet di Indonesia sebanyak 77% dari total populasi? Laporan lain mengatakan bahwa masyarakat Indonesia mengakses internet dengan rerata durasi selama 7 jam 42 menit dalam sehari. Hal ini tentu membuat keputusan para konsumen sangat dipengaruhi oleh adanya internet, terutama media sosial dan orang-orang yang berpengaruh didalamnya, dalam artikel ini adalah KOL dan Influencer. Lalu, apa perbedaan antara keduanya? Mana yang lebih efektif untuk menarik target market dan potensi leads? 

Artikel ini akan membahas lebih lanjut terkait perbedaan dari KOL dan Influencer serta mengajak Anda untuk memilih mana yang lebih baik dan cocok berdasarkan kebutuhan Anda. 

 

Apa Itu KOL dan Apa itu Influencer? 

Key Opinion Leader atau KOL adalah seseorang yang memiliki keahlian spesifik dalam bidang tertentu, sehingga opininya didengarkan dan diikuti oleh orang-orang karena didasari fakta dan bukti yang akurat. Oleh karena itu, seorang KOL dalam konteks marketing dapat mendorong seseorang untuk melakukan pembelian atau transaksi. 

Sedangkan influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengikutnya untuk melakukan suatu tindakan tertentu atau membeli suatu produk/jasa. Influencer dikenal memiliki banyak pengikut di media sosial dan membangun citra dirinya melalui media sosial tersebut. Lantas, apa perbedaan dari keduanya? 

 

Perbedaan KOL dan Influencer 

Perbedaan antara keduanya akan dijelaskan pada tabel berikut : 

 

KOL  Influencer 
Kredibilitas Memiliki kredibilitas yang tinggi karena memiliki keahlian dan pengetahuan yang tinggi dalam bidangnya  Kredibilitasnya datang dari personal branding yang sengaja dibangun melalui konten di media sosial 
Ruang Lingkup Pekerjaan  Memiliki profesi tertentu dikehidupannya, yang digeluti sebagai pekerjaan sehari-hari Belum tentu menggeluti profesi khusus sebelumnya
Pemanfaatan Media  Lebih sering berinteraksi di dunia nyata dan tidak menjadikan media sosial sebagai alat komunikasi utama Menjadikan media sosial untuk berinteraksi bersama pengikutnya 
Aktivitas di Media Sosial 
  • Tidak terlalu sering memposting di media sosial 
  • Aktivitas di media sosial dan konten hanya sebagai pelengkap
  • Tidak mementingkan jumlah pengikut 
  • Memposting berbagai konten di media sosial dengan frekuensi yang sering
  • Sangat memerhatikan kualitas konten karena memengaruhi jumlah pengikut 
  • Sangat mementingkan jumlah pengikut

 

Lebih Baik Mana? 

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat Anda simpulkan bahwa baik KOL dan Influencer memiliki kelebihannya masing-masing. Kembali lagi pada tujuan utama pada brand  yang ingin Anda capai, apakah untuk menaikkan brand awareness atau menguatkan value dan trust dari brand Anda. 

Jika Anda ingin memfokuskan pada brand awareness, Anda bisa mempertimbangkan menggunakan jasa influencer. Tetapi jika Anda ingin memfokuskan pada brand value dan brand trust, Anda bisa menggunakan jasa KOL. 

Sekian penjelasan terkait perbedaan antara KOL dengan Influencer. Sekarang jadi paham ya kalau pemilihan antara KOL dan influencer ini perlu dihubungkan dengan tujuan brand? 

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan pada brand, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengkonsultasikannya pada branding agency. Branding agency bisa membantu Anda untuk mengatasi permasalahan brand dan menentukan strategi apa yang cocok untuk brand Anda. 

Let’s unlock your brand with us! 💡